Beranda » Hukum » Rehabilitasi VS Pemenjaraan : Dilema Penegakan Hukum Terhadap Penyalahguna Narkotika Di Indonesia
click image to preview activate zoom

Rehabilitasi VS Pemenjaraan : Dilema Penegakan Hukum Terhadap Penyalahguna Narkotika Di Indonesia

Rp 131.000
Stok Tersedia
Kategori Hukum
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Order Cepat
Bagikan ke

Rehabilitasi VS Pemenjaraan : Dilema Penegakan Hukum Terhadap Penyalahguna Narkotika Di Indonesia

Judul : Rehabilitasi VS Pemenjaraan : Dilema Penegakan Hukum Terhadap Penyalahguna Narkotika Di Indonesia

Penulis : M. Sadam Husin, S.H., M.H. & Dr. Davit Rahmadan, S.H., M.H.

Ukuran : 14,5 x 21

Tebal : 272 Halaman

Cover : Soft Cover

No. ISBN : 978-634-235-251-9

No. E-ISBN : 978-634-235-100-0 (PDF)

Terbitan : April 2025

 

 

SINOPSIS

 

 

Buku ini mengupas dilema krusial dalam penegakan hukum narkotika di Indonesia: Rehabilitasi VS Pemenjaraan. Dengan pendekatan mendalam, buku ini menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkotika adalah masalah kompleks yang melampaui ranah hukum, melibatkan aspek sosial dan kesehatan. Rehabilitasi, sebagai pendekatan yang lebih manusiawi dan berkelanjutan, diunggulkan karena fokusnya pada pemulihan fisik, mental, dan sosial pengguna. Namun, implementasinya terhambat oleh keterbatasan fasilitas, tenaga medis, anggaran, dan stigma masyarakat. Sebaliknya, pemenjaraan, meski masih dominan, terbukti tidak efektif dalam mengubah perilaku pengguna dan justru memperburuk kondisi mereka dalam lingkungan penjara yang rentan.

Konflik antara pendekatan kesehatan dan hukum pidana menjadi sorotan utama, dengan Undang-Undang Narkotika yang sebenarnya mendukung rehabilitasi seringkali diabaikan dalam praktik. Overkapasitas lembaga pemasyarakatan akibat pemenjaraan pengguna narkotika juga menjadi masalah serius. Buku ini mendesak reformasi kebijakan yang mengedepankan keadilan restoratif dan hak asasi manusia, memperkuat regulasi rehabilitasi, dan meningkatkan sinergi antar lembaga. Edukasi masyarakat dan dukungan keluarga dianggap penting untuk mengurangi stigma dan mendukung pemulihan. Dengan keseimbangan antara rehabilitasi dan penegakan hukum, Indonesia diharapkan dapat memiliki kebijakan narkotika yang lebih efektif, berkeadilan, dan berdampak positif bagi masyarakat.

Rehabilitasi VS Pemenjaraan : Dilema Penegakan Hukum Terhadap Penyalahguna Narkotika Di Indonesia

Berat 300 gram
Kondisi Baru
Dilihat 474 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait

Temukan juga kami disini
Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Silahkan klik untuk chat ini

Okta Rahayu
● online
Okta Rahayu
● online
Halo, perkenalkan saya Okta Rahayu
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: