Beranda » Kesehatan » Manajemen Pelatihan Berbasis Kompetensi Di Bidang Kesehatan: Integrasi Konsep, Implementasi, Evaluasi, dan Inovasi Digital
click image to preview activate zoom

Manajemen Pelatihan Berbasis Kompetensi Di Bidang Kesehatan: Integrasi Konsep, Implementasi, Evaluasi, dan Inovasi Digital

Judul       : Manajemen Pelatihan Berbasis Kompetensi Di Bidang Kesehatan: Integrasi Konsep, Implementasi, Evaluasi, dan Inovasi Digital

Penulis      : Tuti Surtimanah, Irfan Nafis Sjamsuddin, Yuni Laferani, Ejeb Ruhyat, Metha Dwi Tamara, Nanda Berliana Tania Fidzikri

Editor         : Tuti Surtimanah

Ukuran       : 20,5 x 29 cm

Tebal           : 276 hal

Cover           : Soft Cover

No. ISBN     : 978-634-289-869-7

No. E-Book : 978-634-289-873-4 (PDF)

Terbitan       : Agustus 2026

SINOPSIS

Pelatihan merupakan salah satu strategi penting dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kesehatan. Kompetensi tenaga kesehatan, tenaga pendukung, kader, maupun pengelola program tidak hanya ditentukan oleh penguasaan pengetahuan, tetapi juga oleh keterampilan, sikap, kemampuan menerapkan prosedur, komunikasi, dan kinerja dalam situasi kerja nyata. Oleh karena itu, pelatihan yang efektif perlu dirancang sebagai suatu proses yang sistematis, mulai dari identifikasi kebutuhan, perencanaan berbasis kompetensi, pelaksanaan pembelajaran, asesmen, evaluasi, hingga tindak lanjut di tempat kerja.

Buku Manajemen Pelatihan Berbasis Kompetensi di Bidang Kesehatan: Integrasi Konsep, Implementasi, Evaluasi dan Inovasi Digital membahas secara komprehensif siklus manajemen pelatihan, mulai dari Training Needs Assessment (TNA), perumusan tujuan dan kompetensi, penyusunan kurikulum, pemilihan metode pembelajaran, implementasi pelatihan, penilaian kompetensi, evaluasi berbasis Model Kirkpatrick, penyusunan laporan, hingga pengembangan pembelajaran digital dan berkelanjutan.

Keunggulan buku ini terletak pada keterhubungan antara konsep dan penerapannya. Pembahasan tidak berhenti pada teori, tetapi dilengkapi dengan contoh instrumen, matriks perencanaan, kurikulum, rencana pembelajaran, skenario fasilitasi, lembar observasi, rubrik penilaian, performance assessment, serta contoh evaluasi dan laporan akhir pelatihan. Salah satu studi kasus yang digunakan secara berkesinambungan adalah pelatihan keterampilan kader Posyandu berbasis Integrasi Layanan Primer (ILP). Studi kasus tersebut berfungsi sebagai ilustrasi penerapan konsep, sementara prinsip dan instrumen yang dibahas dapat diadaptasi untuk berbagai jenis pelatihan dan kelompok peserta.

Buku ini juga membahas pengembangan pelatihan di era transformasi digital melalui konsep Smart Health Training Ecosystem, yaitu pendekatan yang menghubungkan analisis kebutuhan berbasis data, pembelajaran digital, microlearning, asesmen kompetensi, pemanfaatan teknologi dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) sebagai pendukung pembelajaran, dashboard kompetensi, coaching, serta community of practice. Pendekatan tersebut menempatkan teknologi sebagai alat untuk memperkuat proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi, bukan sebagai pengganti peran fasilitator, mentor, supervisor, dan tenaga profesional.

Dengan pendekatan ilmiah sekaligus aplikatif, buku ini dapat digunakan sebagai referensi bagi mahasiswa bidang kesehatan, dosen, tenaga kesehatan, pengelola pelatihan, fasilitator, widyaiswara, kepala dan pengelola fasilitas pelayanan kesehatan, pengelola program kesehatan, serta praktisi pengembangan sumber daya manusia kesehatan. Penerapannya tidak terbatas pada Puskesmas atau pelayanan kesehatan primer, tetapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, institusi pendidikan, organisasi profesi, dinas kesehatan, maupun lembaga penyelenggara pelatihan.

Pada akhirnya, buku ini mengajak pembaca memandang pelatihan bukan sekadar sebagai kegiatan untuk menyampaikan materi atau memenuhi kebutuhan administratif, melainkan sebagai investasi strategis dalam pengembangan kompetensi dan peningkatan kinerja organisasi. Pelatihan yang dirancang berdasarkan kebutuhan, dilaksanakan dengan prinsip pembelajaran orang dewasa, dinilai secara objektif, dievaluasi berdasarkan bukti, dan ditindaklanjuti melalui pembelajaran berkelanjutan akan memiliki peluang lebih besar untuk menghasilkan perubahan kompetensi, perilaku kerja, dan mutu pelayanan kesehatan.

 

 

 

“Pelatihan bukan sekadar proses mentransfer pengetahuan, tetapi proses membangun kompetensi, memperkuat kinerja, dan mendorong perubahan. Ketika pelatihan dikelola secara sistematis, berbasis kebutuhan dan bukti, selaras dengan kompetensi, serta didukung pembelajaran berkelanjutan dan transformasi digital, pelatihan dapat menjadi investasi strategis bagi pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan.”

 

Membangun Kompetensi • Memperkuat Kinerja • Mendorong Transformasi Pelayanan Kesehatan

Manajemen Pelatihan Berbasis Kompetensi Di Bidang Kesehatan: Integrasi Konsep, Implementasi, Evaluasi, dan Inovasi Digital

Berat 300 gram
Kondisi Baru
Dilihat 11 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait

Temukan juga kami disini
Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Silahkan klik untuk chat ini

Okta Rahayu
● online
Okta Rahayu
● online
Halo, perkenalkan saya Okta Rahayu
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: